Selasa, 03 Desember 2013

Beberapa Kisah Tentang Cinta

Kisah Seorang Ibu yang Tetap Bertahan sepeninggal suaminya..




Diriwayatkan bahwa Anas r.a. dari Rasululloh saw. Bersabda: “Ada 3 yg berada di bawah perlindungan Arasy pada hari kiamat, yang tdk ada perlindungan kecuai perlindunganNya, yaitu: orang yang memperkuat silaturrahim, seorang perempuan yg suaminya meninggal dan meninggalkan anak-anak yatim yang masih kecil, yang mengatakan, aku tidak akan menikah, aku akan mengabdikan diri untuk anak-anakku hingga mereka meninggal, atau mendapatkan pertolongan Alloh SWT, dan seorang hamba yg menyiapkan makanan dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada tamunya karena Alloh SWT.”



Sebut saja ibu itu bernama Isti..

Sejak 5tahun sebelum Indonesia merdeka, dia di tinggal suaminya untuk bertugas. Karena sang suami adalah salah satu anggota tentara pada saat itu..

Suami ibu Isti pergi dengan meninggalkan 5 orang anak yang masih kecil2.. (8th, 5th, 3th, 2th, dan seorang bayi)



Tanpa kabar yang jelas, waktupun berjalan sesuai dengan sunatuLlohnya..

Sang ibu dengan sabar dan lapang dada menjalani hari-harinya.. Kerja apapun di lakoninya asal bisa untuk menyambung hidupnya dan anak-anaknya..

Kekuatannya hanya satu. Cinta.

Cinta pada anak-anaknya mengalahkan egonya sebagai seorang wanita yang memerlukan pendamping, seorang manusia yang memerlukan sandaran dan tempat untuk berbagi..

Semua di matikannya demi cintanya pada anak-anaknya. Dalam hidupnya cuma satu. Bahwa dia dan anak-anaknya harus tetap hidup, sampai Alloh menentukan taqdirnya..

SubhanaLloh..**



Kisah Seorang Ibu yang mendampingi Anaknya yang Sedang Koma, Hingga Datang Mukjzat Alloh padaNya..



Disebuah rumah sakit di bilangan Jakarta Pusat, ada seorang ibu yang seti mendampingi anaknya yang sedang dalam keadaan koma..

Para dokter sudah mengatakan bahwa umur anaknya sudah tergantung alat-alat penunjang medisnya.

Namunn sang ibu tetap yakin akan pertolongan Alloh untuk sang anak yang sudah di tunggunya selama 12th masa pernikahannya. Si ibu yakin bahwa Alloh tak hendak mengambilnya dg cara seperti ini.

Maka dengan tak putus-putusnya dia lantunkan doa di malam-malam yang panjang, di sisi anaknya. Tilawah dan dzikir pun tak lepas dari bibirnya.

Semua di lakukannya atas nama cinta.

Cinta yang mengharu biru perasaannya, yang mampu menghapus lelah fisik dan letihnya jiwa..



Hingga suatu saat datanglah mukjizat, si anak terbangun dari koma-nya yg di alaminya selama 6 bulan.

Laa hawla wala quwwata illa biLlah..

Tidak ada kekuatan, selain kekuatan Engkau yaa Alloh..



“Dan pasti Kami akan mnguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar” (QS.Al Baqarah:155)**



Kisah Seorang Suami yang Merawat Istrinya selama 8tahun lebih.

  

Haji Madani tinggal di bilangan Cengkareng Jakarta Barat. Sudah 8 tahun lebih merawat istrinya yang menderita sakit kelenjar getah bening..

Dengan sabar beliau merawatnya, terutama

di saat-saat sakit istrinya kambuh..



“Rasanya tidak tega melihat istri saya berjuang melawan penyakitnya..” kata pak Madani.

Maka ketika anak-anaknya menyuruh beliau untuk

Menikah lagi, beliau menjawab: “Dulu, saya mencintai ibu kalian tanpa syarat. Tanpa syarat dia harus tetap cantik, dia harus tetap sehat, dia harus tetap muda. Maka dari itu, ketika dia sakit pun, saya tetap mencintainya.. meskipun terkadang saya harus mematikan naluri saya sebagai seorang laki-laki..”

Dan kini, sambungnya, “Jiwa saya telah menyesuaikan dg keikhlasan saya, hingga saya tidak menginginkan apa-apa lagi selain kesembuhan istri saya..”

SubhanaLloh..

Ternyata pak madani mampu tetap bersabar atas dasar cinta.



“Wahai orang-orang yg beriman! Mohonlah pertolongan Alloh dengan sabar dan sholat. Sungguh Alloh beserta orang-orang yg sabar” (QS. Al-Baqarah:153)**

Sebuah kisah oleh-oleh dari seorang dokter jaga ruang resus di IGD RSCM. 


Seorang kakek setia menunggu istrinya yg sakit berat di RSCM, seorang janda tua yg baru dinikahinya 1 th lalu, dgn penyakit gagal ginjal kronis yg harus jalani cuci darah segera. Raut muka istri tsb tdk jelas akibat bengkak cairan di sekujur tubuhnya, diperparah bau pesing & busuk. Kakek itu masih setia menanti kekasihnya tsb, sambil menghibur dgn ciuman di keningnya serta ucapan: " sabar ya sayang".

Saya sendiri tidak habis pikir, apa yg membuat kakek 73 th pensiunan PNS bisa jatuh cinta dgn janda 56 th penjual minuman di Monas, sesudah ditinggal mati isterinya terdahulu 4 tahun sebelumnya. Dia lantunkan dzikir & istighfar mengajak isterinya yg terpasang selang jalan napas, sambil mengelus-elus kepala & lengannya yg bengkak krn cairan. Isterinya itu sempat henti napas & henti jantung ketika sedang cuci darah yg pertama kalinya baru berselang 5 menit. Sepanjang malam kemarin, hanya kakek seorang mengurus & mendampingi nenek tsb. Padahal nenek tsb mempunyai 5 anak yg sdh dewasa dari suami pertama. Tiada satupun dari 5 anaknya yg peduli dgn nenek tsb. Semoga anak2 kita senantiasa berbakti kepada kita sbg orangtuanya sepanjang hidup kita, dengan doa spesial utk kita tanpa rasa jemu sepanjang hidup mereka

Apakah krn baru dinikahi 1 tahun, jd msh ada kata "sabar ya, sayang..."sambil dielus2 kepalanya & bisikan lembut ditelinga?
hmm... apakah cinta & romantism msh bertahan setelah bertahun-tahun pernikahan? wallahu'alam.
tp tetap salut sama si kakek, smg bisa dicontoh oleh semua suami. tp bukan karena baru setahun dinikahi..**

..
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar