Berhulu dari banyak pemahaman
tentang cinta,
Mengalir mengikuti arus, seiring dengan berjalannya waktu, terbawa riak dan gelombang kehidupan, hingga berakhir di muara..
Demi keagungan cinta, demi putihnya cinta, demi ruh yang terkandung di dalamnya, jika tidak ingin jiwa ini nestapa karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini terhempas karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini tersiakan karena cinta, maka letakkanlah cinta ini pada suatu mihrab..
Mengalir mengikuti arus, seiring dengan berjalannya waktu, terbawa riak dan gelombang kehidupan, hingga berakhir di muara..
Demi keagungan cinta, demi putihnya cinta, demi ruh yang terkandung di dalamnya, jika tidak ingin jiwa ini nestapa karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini terhempas karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini tersiakan karena cinta, maka letakkanlah cinta ini pada suatu mihrab..
Dimana ada padanya tempat
berbagi yang sesungguhnya,
dimana, ada padanya tempat
bergantung ketika jatuh, dimana ada padanya tempat berkeluh ketika sedih,
dimana ada padanya tempat bersandar ketika letih, dimana ada padanya tempat
bercinta ketika suka,
dimana ada padanya tempat
bicara ketika rindu,
dimana ada akhir yang selalu
bahagia, bukan duka atau nestapa,,
Dimana hanya ada 1 Dzat yang
pelukannya meneduhkan jiwa,
Pangkuannya menenangkan jiwa,
Tatapannya menjanjikan cinta dengan segala keabadianNya..
dan
di sanalah cinta bertakhta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar