Selasa, 03 Desember 2013

Dari Hulu ke Muara



Berhulu dari banyak pemahaman tentang cinta,
Mengalir mengikuti arus, seiring dengan berjalannya waktu, terbawa riak dan gelombang kehidupan, hingga berakhir di muara..

Demi keagungan cinta, demi putihnya cinta, demi ruh yang terkandung di dalamnya, jika tidak ingin jiwa ini nestapa karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini terhempas karena cinta, jika tidak ingin jiwa ini tersiakan karena cinta, maka letakkanlah cinta ini pada suatu mihrab..

Dimana ada padanya tempat berbagi yang sesungguhnya,
dimana, ada padanya tempat bergantung ketika jatuh, dimana ada padanya tempat berkeluh ketika sedih, dimana ada padanya tempat bersandar ketika letih, dimana ada padanya tempat bercinta ketika suka,
dimana ada padanya tempat bicara ketika rindu,
dimana ada akhir yang selalu bahagia, bukan duka atau nestapa,,

Dimana hanya ada 1 Dzat yang pelukannya meneduhkan jiwa,
Pangkuannya menenangkan jiwa,
Tatapannya menjanjikan cinta dengan segala keabadianNya..

dan di sanalah cinta bertakhta..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar