Persaingan usaha, tuntutan karir, pemenuhan kebutuhan, membuat manusia lalai akan akhirat sebagai tujuan akhir dan suatu kepastian..
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melaikan agar mereka beribadah kepadaKu.” (QS. At Thur:56)
Ketakutan kita akan dunia seringkali melebihi ketakutan kita akan akhirat..
Perasaan takut miskin, takut sakit, takut ditinggalkan selalu membayangi di kehidupan kita.. dan Alloh mengetahui itu semua..
“Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Alloh dan RasulNya, serta berjihad di jalannya, maka tunggulah sampai Alloh memberikan keputusanNya. Dan Alloh tidak memberikan petunjuk pada orang-orang fasik.” (QS. At Taubah:24)
Cinta..
adalah sebuah kata yang menarik untuk di bicarakan. Kenapa? Karena definisinya yang selalu berbeda pada setiap jiwa yang merasainya..
Cinta..
suatu kata yang terlalu melankolis bagi beberapa pribadi..
Cinta..
barangkali pahit dan menimbulkan trauma bagi seseorang.. dan
Cinta..
bisa menjadi suatu gairah yang luar biasa bagi orang yang lainnya..
Tapi satu hal..
belum pernah ada definisi yang baku tentang cinta..
Namun jauh di lubuk hati saya, saya ingin menempatkan cinta pada posisi yang sangat agung.. yang membuat sebuah pribadi menjadi agung karena cinta.. yang mampu membuat jiwa menjadi kekal karena cinta.. yang sanggup menjadikan ruh-nya elok di hadapan seluruh makhluk dan penghuni langit.. dan disanalah cinta bertakhta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar